Padakemasan yang terbuat dari plastik, biasanya ditemukan simbol atau logo daur ulang yang berbentuk segi tiga dengan kode-kode tertentu. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for
gY0qFX. Plastik merupakan material yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Plastik telah banyak digunakan untuk membuat produk atau barang-barang yang berguna bagi kehidupan manusia. Sejak abad ke-20, penggunaan plastik telah berkembang secara luar biasa. Pada kemasan yang terbuat dari plastik, biasanya ditemukan simbol atau logo daur ulang yang berbentuk segi tiga dengan kode-kode tertentu. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO International Organization for Standardization. Secara umum tanda pengenal plastik tersebut 1. Berada atau terletak di bagian bawah 2. Berbentuk segitiga 3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka 4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga Simbol daur ulang recycle menunjukkan jenis bahan resin yang digunakan untuk membuat materi. Simbol ini dibentuk berdasar atas Sistem internasional koding Plastik dan lazim digambarkan sebagai angka dari 1 sampai 7 dilingkari dengan segitiga atau loop segitiga biasa juga dikenal sebagai Mobius loop, dengan akronim dari bahan yang digunakan, tepat di bawah segitiga. Berikut adalah deskripsi singkat dari masing-masing 7 simbol daur ulang yang sering digunakan 1. PET atau PETE Polyethylene Etilen Terephalate Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET Polyethylene Terephthalate di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, wadah makanan dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang. Bahan ini dapat dibuat lagi ke dalam bulu domba kutub, serat, karpet, dan lain-lain. Permintaan untuk jenis plastik ini di antara komunitas pendaur ulang plastik relatif banyak, tetapi saat ini tingkat daur ulang untuk bahan ini tetap rendah sebesar 20%. 2. HDPE High Density Polyethylene Pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE Polyethylene Densitas Tinggi di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan LEBIH TAHAN LAMA TERHADAP SUHU TINGGI. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Jenis ini juga dapat digunakan kembali ke untuk bahan lantai ubin, drainase, botol HDPE baru, pipa, dan lain-lain. 3. PVC Polyvinyl Chloride Tertulis terkadang berwarna merah dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC polyvinyl chloride, yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus cling wrap, dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi BERBAHAYA UNTUK GINJAL, hati dan berat badan. Bahan ini mengandung klorin dan akan mengeluarkan racun jika dibakar. PVC TIDAK BOLEH DIGUNAKAN dalam menyiapkan makanan atau kemasan makanan. Bahan ini juga dapat diolah kembali menjadi mudflaps, panel, tikar, dan lain-lain 4. LDPE Low Density Polyethylene Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE low density polyethylene yaitu plastik tipe cokelat thermoplastic/dibuat dari minyak bumi, biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, botol-botol yang lembek, pakaian, mebel, dll. Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, Fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini. LDPE, dapat didaur ulang dengan banyak cara, misalnya dilarutkan ke dalam kaleng, keranjang kompos dan landscaping tiles. 5. PP polypropylene Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP polypropylene ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. PP dapat diolah kembali menjadi garpu, sapu, nampan, dan lain-lain. 6. PS Polystyrene Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN OTAK, MENGGANGGU HORMON ESTROGEN pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar cara terakhir dan sebaiknya dihindari. Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga. PS mengandung benzene, suatu zat penyebab kanker dan tidak boleh dibakar. Bahan ini diolah kembali menjadi isolasi, kemasan, pabrik tempat tidur, dan lain-lain. 7. OTHER Polycarbonate Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu SAN styrene acrylonitrile, ABS acrylonitrile butadiene styrene, PC polycarbonate, dan Nylon. Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. PC atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita sippy cup, botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. PC Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas. Tidak semua plastik nomor 7 adalah polikarbonat, bahkan segelintir berbahan nabati. Palikarbonat masih menjadi perdebatan dalam beberapa tahun terakhir, karena ditemukan pada saat mencuci BPA bisphenol A, menjadi bahan hormon pengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin. Simbol plastik daur ulang pada dasarnya dirancang untuk membantu staf di pusat daur ulang, agar dapat memisahkan bahan untuk diproses dengan baik. Pengetahuan dasar lambang ini juga dapat membantu kita dalam memastikan apakah barang plastik di rumah aman untuk kita dan anak-anak kita. Sumber
Pernah memperhatikan logo atau simbol berupa angka 1-7 yang berada dalam tanda segitiga panah dalam kemasan daur ulang plastik? Simbol tersebut bukan sekadar hiasan semata. Setiap angka yang terdapat pada simbol tersebut menunjukkan informasi bahan kimia yang dipakai untuk membuat kemasan plastik tersebut serta tingkat mengenal arti di balik simbol angka yang terdapat pada kemasan plastik, Anda bisa menentukan kemasan plastik yang aman dipakai dan mengetahui seberapa besar kemungkinan wadah plastik tersebut mencemari PET atau PETE Polyethylene Etilen Terephalate 1Wadah plastik dengan simbol angka 1 dalam segitiga panah biasa ditemukan dalam kemasan makanan dan minuman, seperti botol air mineral, botol minuman bersoda, toples selai, dan masih banyak lagi. Namun, meskipun aman untuk menempatkan makanan dan minuman, wadah plastik 1 hanya dianjurkan untuk satu kali pemakaian saja. Jika dipakai berkali-kali, terutama untuk mengisi minuman panas, maka lapisan polimer pada wadah tersebut dapat mengeluarkan zat karsinogenik pemicu bersimbol 1 dapat didaur ulang menjadi karpet, tali rafia, tas jinjing, sampai dengan serat. Daur ulang sampah plastik 1 juga tergolong lebih banyak dibanding sampah plastik dengan simbol angka HDPE High Density Polyethylene 2Kemasan plastik HDPE atau yang terdapat simbol angka 2 dalam segitiga panah bisa dipakai untuk menyimpan makanan dan minuman. Pasalnya, bahan plastik ini lebih tahan terhadap suhu panas dan bersifat kuat. Simbol HDPE biasa ditemukan dalam tupperware, botol susu, galon air mineral, sampai botol aman untuk menyimpan makanan dan minuman, bahan plastik ini sebaiknya hanya dipakai satu kali saja. Pemakaian berulang akan memicu pelepasan senyawa antimoni trioksida. Setelah memakai wadah plastik 2, sebaiknya segera daur ulang plastik ini menjadi kemasan HDPE baru, bahan lantai ubin, atau PVC Polyvinyl Chloride 3Plastik berbahan PVC tidak dianjurkan untuk mengemas makanan dan minuman karena sifatnya yang cukup berbahaya. Jenis ini lebih sering dipakai untuk kemasan shampoo atau pipa. Apabila wadah plastik 3 dipakai untuk mengemas makanan, bahan kimia di dalamnya dapat meningkatkan risiko penyakit hati dan daur ulang plastik jenis PVC ini tergolong susah karena tidak semua pengepul mau mengolah plastik ini. Plastik 3 akan mengeluarkan klorin saat dibakar. Akan tetapi, jika Anda ingin tetap melakukan daur ulang sampah plastik 3 ini, Anda bisa mendaur ulang menjadi panel, tikar, atau LDPE Low Density Polyethylene 4LDPE adalah bahan plastik yang terbuat dari minyak bumi. Alhasil, plastik ini dirasa cukup aman untuk menyimpan makanan dan minuman. Untuk menempatkan makanan dan minuman panas, plastik LDPE ini dirasa cocok karena lapisan plastiknya tidak akan meleleh meskipun terpapar suhu tinggi. Daur ulang plastik LDPE cukup sulit. Namun, apabila tetap ingin mendaur ulang plastik ini, Anda dapat mengubahnya menjadi bahan pembuatan ubin dan tas PP Polypropylene 5Dari sekian banyak jenis plastik, wadah plastik yang terdapat simbol angka 5 dalam segitiga panah adalah pilihan yang terbaik. Anda akan menjumpai simbol ini pada tempat makan atau botol minum yang memang bisa dipakai berkali-kali. Karakteristik plastik jenis ini adalah kuat, ringan, tahan terhadap lemak, dan stabil pada suhu Anda ingin menggunakan wadah plastik yang aman dan tidak berbahaya, carilah yang ada angka 5 pada bagian luarnya. Jenis plastik ini juga bisa didaur ulang menjadi sendok-garpu, sapu, dan PS Polystyrene 6PS atau simbol angka 6 dalam segitiga panah menunjukkan bahwa plastik tersebut menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Pada umumnya, simbol ini sering ditemukan pada styrofoam atau bahan plastik yang sulit didaur ulang. Mengingat sifatnya yang sulit didaur ulang, plastik jenis ini sangat berpotensi mencemari PS dapat ditemukan pada CD Compact Disc, karton telur, atau piring sekali pakai. Kalaupun plastik jenis ini bisa didaur ulang, maka benda yang dihasilkan dari daur ulang plastik PS adalah pengepakan busa, karton telur, dan isolasi OTHER Polycarbonate 7Wadah plastik yang masuk dalam kategori OTHER terdiri dari 4 jenis, yakni SAN styrene acrylonitrile, ABS acrylonitrile butadiene styrene, PC polycarbonate, dan Nylon. Bahan plastik ini digunakan untuk membuat alat elektronik, suku cadang mobil, dan peralatan ini mengandung bisphenol-A beracun BPA yang dapat meningkatkan risiko infertilitas dan gangguan hormon. Sayangnya, walaupun berbahaya masih banyak wadah makanan atau minuman yang menggunakan plastik jenis menggunakan kemasan plastik, sebaiknya teliti dulu simbol angka yang terdapat di bagian luarnya. Hindari penggunaan plastik berbahaya untuk wadah makanan dan minuman untuk meminimalisir gangguan kesehatan. Selain itu, usahakan untuk melakukan daur ulang plastik dari kemasan atau wadah yang Anda pakai sehari- hari untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan.
Simbol daur ulang yang tertera di dasar botol plastik air mineral Manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak pernah jauh dari kemasan plastik, baik berupa botol maupun tas. Selain itu limbah plastic tidak dapat tergradasi dengan mudah. Sangatlah wajar jika suatu saat bumi kita ini tidak mampu lagi untuk menampung limbah plastik yang hari demi hari jumlahnya semakin bertambah. Salah satu jalan keluar yang telah banyak diimplementasikan oleh sejumlah besar komunitas di dunia adalah daur ulang recycle. Jika diperhatikan pada permukaan dasar botol plastik, Anda akan menyadari bahwa hampir di setiap kemasan plastik tersebut terdapat sebuah simbol tiga panah yang membentuk segitiga. Terlepas dari ada atau tidaknya simbol tersebut, pada kenyataanya sebagian besar plastik dapat didaur ulang. Jadi simbol itu sebenarnya untuk apa? Bagian yang terpenting justru bukan tiga buah panah itu tetapi justru angka kecil yang ada ditengah-tengah ketiga panah tersebut. Angka-angka tersebut lebih dikenal sebagai sistem kode identifikasi resin dan diperkenalkan pada tahun 1988 oleh The Society of the Plastics Industry, Inc. SPI. Sistem kode resin ini mengelompokkan botol dan kemasan plastik yang biasa ditemukan pada limbah rumah tangga berdasarkan kandungan resinnya. Sistem kode ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan para penyedia jasa daur ulang dan memberikan kekonsitenan dan keseragaman sistem pada manufaktur plastik yang dapat diterapkan secara internasional. Instansi penyedia jasa daur ulang tidak begitu saja menerima limbah plasti untuk didaur ulang. Mereka memiliki standar yang bervariasi. Sebagai contoh, sebuah instansi membutuhkan plastik-plastik tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis dan dipisahkan dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang lainnya; instansi yang lain menerima plastik tetapi tetap terpisah dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang lainnya; sedangkan instansi yang lainnya tidak memiliki masalah menerima plastik dalam keadaan tercampur dengan bahan-bahan lain. Dan kita sebagai pengguna/pemakai barang plastik sepatutnya mengenal kode-kode ini,k arena ada kalanya barang plastik tersebut tidak cocok bahkan di boleh digunakan untuk hal-hal tertentu. Berikut ini adalah berbagai kode resin yang dan deskripsinya RESIN CODE CHARACTERISTICS AND EXAMPLES Polyethylene Terephthalate PET, PETEPET transparan, jernih, dan kuat. Biasanya dipergunakan sebagai botol minuman air mineral, jus, soft drink, minuman olah raga tetapi tidak untuk air hangat atau panas. Serpihan dan pelet PET yang telah dibersihkan dan didaur ulang dapat digunakan untuk membuat serat benang karpet, fiberfill, dan geotextile. Nickname Polyester. High Density Polyethylene HDPE.HDPE dapat digunakan untuk membuat berbagai macam tipe botol. Botol-botol yang tidak diberi pigmen bersifat tembus cahaya, kaku, dan cocok untuk mengemas produk yang memiliki umur pendek seperti susu. Karena HDPE memiliki ketahan kimiawi yang bagus, plastik tipe ini dapat digunakan untuk mengemas deterjen dan bleach. Hasil daur ulangnya dapat digunakan sebagai kemasan produk non-pangan seperti shampo, kondisioner, pipa, ember, dll. Polyvinyl Chloride PVCMemiliki karakter fisik yang stabil dan tahan terhadap bahan kimia, pengaruh cuaca, aliran, dan sifat elektrik. Bahan ini paling sulit untuk didaur ulang dan biasa digunakan untuk pipa dan kontruksi bangunan. Low Density Polyethylene LDPEBiasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek madu, mustard. Barang-barang dengan kode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan kode inibisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan. Polypropylene PP PP memiliki daya tahan yang baik terhadap bahan kimia, kuat, dan meiliki titik leleh yang tinggi sehingga cocok untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum, tempat obat dan botol minum untuk bayi. Biasanya didaur ulang menjadi casing baterai, sapu, sikat, dll. Polystyrene PSPS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, tempat CD, karton tempat telor, dll. Pemakaian bahan ini sangat dihindari untuk mengemas makanan karena bahan styrine dapat masuk ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf manusia. Bahan ini dibanyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara cina. OtherPlastik yang menggunakan kode ini terbuat dari resin yang tidak termasuk enam golongan yang lainnya, atau terbuat dari lebih dari satu jenis resin dan digunakan dalam kombinasi multi-layer. Sumber [1] [2] Gambar Flickr – [3] No comments yet.
Saat membeli suatu produk yang berasal dari bahan plastik atau dikemas dengan kemasan plastik, apakah kalian pernah memperhatikan simbol daur ulang yang berbentuk segitiga dengan kode tertentu? Misalnya seperti gambar berikut yang merupakan salah satu contoh kemasan plastik untuk air mineral yang menggunakan kode angka 1 Dalam Wikipedia dikatakan, kode ini diterbitkan oleh The Society of Plastic Industry SPI pada tahun 1988 di Amerika Serikat. SPI mengeluarkan 7 kode RIC Resin Identification Code. Setelah disetujui oleh ISO International Organization for Standardization, 7 kode tersebut wajib dicantumkan pada setiap produk yang menggunakan bahan plastik, tidak terkecuali untuk produk yang berasal dari Indonesia. First and foremost, kalian harus tahu barang-barang tersebut tidak akan secara otomatis di-recycle jika kita tidak memilah sampah kita dengan baik. Simbol di dalamnya menunjukkan apa jenis plastik untuk memudahkan daur ulang. Karena daur ulang pun harus disendirikan tergantung jenis plastik, tidak bisa hanya begitu saja. Kebayang kan bahwa recycle pun melewati proses sangat panjang. Berikut 7 simbol daur ulang plastik beserta kode Sumber Wikipedia Lalu apa maksud dari 7 jenis simbol diatas? Simak penjelasan selengkapnya dibawah ini 1. PETE atau PET Polyethylene Terephthalate Simbol yang pertama yaitu simbol daur ulang dengan kode angka 1 serta kode PETE atau PET pada bagian bawah. Simbol ini menunjukkan bahwa sebuah plastik yang terbuat dari Polyethylene Terephthalate. Biasanya simbol ini banyak ditemukan pada plastik untuk kemasan makanan dan minuman. Seperti botol minum, botol soda, botol minyak, botol saus, wadah selai, kotak obat, hingga sisir. Jenis plastik ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai saja. Tidak disarankan untuk menggunakan berulang kali, apalagi mengisinya dengan air hangat, karena lapisan polimer dan zat karsinogenik pada plastik dapat larut lepas dan menyebabkan kanker pada organ tubuh manusia. Alangkah lebih baik jika barang-barang plastik dengan kode ini didaur ulang kembali menjadi tas atau karpet. Dan alangkah lebih baik lagi jika kita menghindari plastik jenis ini. 2. HDPE atau PEDH High Density Polyethylene Simbol daur ulang plastik selanjutnya adalah simbol dengan kode angka 2 dan kode HDPE atau ini digunakan untuk sebuah plastik yang terbuat dari high density polyethylene. Jenis plastik dengan simbol ini biasanya digunakan untuk galon air minum, botol susu, botol sabun, botol deterjen, botol shampo, dan plastik kemasan tebal lainnya. Jenis plastik ini termasuk golongan plastik yang cukup aman digunakan berulang kali, karena paling sering didaur ulang dengan nilai ekonomi dan proses daur ulang yang sederhana. Tetapi walaupun bisa digunakan berulang kali, kalian juga harus memperhatikan kebersihan yang tetap terjaga. 3. PVC atau V Polyvinyl Chloride Simbol dengan kode angka 3 dan PVC atau V adalah simbol yang digunakan untuk plastik yang berasal dari polyvinyl chloride. Misalnya plastik untuk pipa air, ubin, kabel listrik, wrapping, dan mainan anak/hewan peliharaan. Barang-barang plastik yang terbuat dari plastik polyvinyl chloride ini sering juga disebut dengan “plastik beracun”, karena mengandung berbagai macam bahan kimia beracun yang dapat larut dan berbahaya bagi kesehatan. Jenis plastik ini sangat sulit untuk didaur ulang, sehingga perlu dihindari menggunakan jenis plastik ini untuk kemasan makanan atau minuman. 4. LDPE atau PE-LD Low Density Polyethylene Simbol berikutnya ada simbol dengan kode angka 4 dan LDPE atau PE-LD. Apakah kalian pernah menemukannya? Biasanya terdapat pada kantong plastik kresek, kantong plastik sampah, tas belanja, hingga bungkus makanan. Jenis plastik ini terbuat dari bahan low density polyethylene yang bersifat elastis, memiliki daya tahan yang lama dan dapat digunakan untuk berulang kali. Tetapi alangkah lebih baik jika kalian menggunakannya sekali dan mendaur ulangnya agar tidak tertimbun di tanah yang butuh ratusan tahun untuk mengurainya. 5. PP Polypropylene Untuk simbol plastik kelima yaitu simbol dengan kode angka 5 dan kode PP. Simbol ini digunakan untuk plastik yang terbuat dari polypropylene. Misalnya tempat makanan/minuman, botol sirup, kotak yogurt, sedotan plastik, selotip, dan tali berbahan plastik. Barang plastik dengan simbol ini baik digunakan sebagai tempat makanan maupun minuman, karena terbuat dari polypropylene yang sangat kuat dan cukup aman digunakan meski pada suhu yang panas. Walaupun demikian, jenis plastik ini cukup sulit untuk didaur ulang, sehingga alangkah lebih baik untuk mengurangi penggunaannya. 6. PS Polystyrene Jenis plastik yang memiliki simbol dengan kode angka 5 dan kode PP adalah plastik yang terbuat dari polystyrene, biasanya dijual dengan harga yang cukup murah dan ringan. Plastik jenis ini banyak digunakan sebagai tempat atau minuman dan tempat makan styrofoam, tempat telur, sendok/garpu plastik, foam packaging hingga bahan bangunan bahan flooring. Plastik ini dapat mengeluarkan styrene yang merupakan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker, terutama jika saat menggunakan untuk makanan/minuman yang panas. Berbahaya kan? Apakah kalian masih menggunakan jenis plastik ini untuk kemasanan makanan dan minuman? 7. Other atau O Dan yang terakhir simbol plastik dengan kode angka 7 dan kode Other atau O. Other disini maksudnya adalah jenis plastik yang tidak termasuk kedalam klasifikasi enam kode sebelumnya PETE atau PET, HDPE atau PE-HD, PVC atau V, LDPE atau PE-LD, PP, dan PS. Penggunaan jenis plastik ini untuk makanan atau minuman sangat berbahaya, karena bisa menghasilkan racun Bisphenol-A BPA yang bisa membuat kerusakan pada beberapa organ dan mengganggu hormon tubuh. Ironisnya, simbol ini biasa digunakan pada plastik untuk botol minum bayi, botol minum olahraga, iPod cases, dan Compact Disk CD. Jadi baca terlebih dahulu sebelum membeli. Nah, itulah 7 simbol dan jenis plastik yang perlu kalian ketahui. Bagi kalian yang masih sering menggunakan produk yang berasal dari bahan plastik, apakah masih mau menggunakan? Atau kalian lebih memilih untuk memulai meninggalkan?
- Semua kemasan plastik pasti memiliki kode atau simbol berbeda yang umumnya tertera di bagian bawah kemasan. Kode tersebut sebenarnya merupakan kode daur ulang plastik. Pemilihan angkanya pun tidak yang dapat didaur ulang ini diberi kode dengan angka satu hingga tujuh. Menurut American Chemistry Council, kode tersebut dibuat berdasarkan jenis plastik resin yang digunakan. Karena itu, nama resminya adalah resin identification codes atau kode identifikasi resin. Kode-kode tersebut pun akan mempermudah pekerjaan mereka yang mengumpulkan, menyortir, dan memulai proses daur apa saja makna dari kode yang berbeda itu? Berikut paparannya, seperti dilansir dari Reader’s Digest. Polyethylene terephthalate PET atau PETE Kode pertama adalah milik polietilen tereftalat, alias PET atau PETE. PET adalah pilihan populer untuk kemasan karena transparansinya, kekuatannya, dan stabilitas suhunya. Kita juga dapat mengisinya dengan sesuatu yang panas. Biasanya, kita akan menemukannya dalam bentuk stoples selai kacang, botol air, dan botol saus salad.
terangkan fungsi simbol daur ulang plastik